Pernah terpikir tidak, bahwa sebenarnya bentuk bumi itu datar, bukan bulat seperti bola? faktanya kebanyakan orang percaya bumi itu bulat, karena sejak kecil mereka hanya mendengar tentang teori bumi bulat yang diajarkan di sekolah. Seandainya sejak di bangku sekolah kita tidak pernah ditanamkan tentang ilmu / teori bumi bulat, apakah kita juga akan meyakini bahwa bentuk bumi itu bulat? bukan berbentuk lainnya? semisal kubus, tabung, gepeng, atau bahkan berbentuk tidak beraturan?
Bagi saya, beragam teori-teori yang seolah mendukung atau memperkuat teori bumi bulat sangatlah tidak masuk akal. Teori-teori yang sering ditanamkan dalam buku-buku pelajaran di sekolah sangat sulit untuk dibuktikan kebenarannya, namun anehnya banyak orang yang percaya begitu saja tanpa mau sedikit berpikir kritis untuk menguji kebenarannya.
Coba saya berikan beberapa contohnya :
- Bumi berotasi (berputar pada porosnya), sedangkan matahari diam tidak begerak, sehingga seolah-olah kita melihat matahari yang bergerak dari timur ke barat.
- Orang pernah mendarat di bulan, dan memotret bumi dari luar angkasa dengan hasil gambar foto bentuk bumi yang bulat.
- Kapal di laut lama kelamaan tidak terlihat dan hanya terlihat bagian atas atau ujung tiang nya saja, dianggap bahwa permukaan laut bulat/melengkung.
- Matahari dianggap pusat tata surya, ukurannya sangat besar, namun terlihat kecil saking jauhnya jarak dengan bumi.
- Teori revolusi bumi, yaitu bumi beredar mengelilingi matahari dalam sebuah lintasan.
- Matahari super besar (diameter 1,4 juta km), bulan jauh lebih kecil (diameter 3.500 km).
Kalau direnungkan pelan-pelan, teori-teori di atas terasa janggal :
- Kita tidak pernah merasakan putaran rotasi bumi yang secara teori berkecepatan kisaran 400m per detik !!!
- Oke, pertama benarkah ada orang yang pernah mendarat di bulan ??? kalau memang benar kenapa di zaman modern sekarang belum pernah ada lagi orang yang mendarat di bulan? bukankah teknologi sekarang jauh lebih canggih? harusnya bisa dong bikin trip wisata ke bulan.
- Faktanya permukaan air dimanapun berada selalu datar, baik di tempat sempit maupun luas. Kapal yang perlahan tidak terlihat secara utuh adalah peristiwa pembiasan cahaya.
- Sekali lagi ini hanyalah teori yang sulit dibuktikan, menurut para ahli jarak bumi-matahari 150 juta km !!! Apakah jarak ini bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya ? dengan hanya asumsi dan perkiraan saja?
- Tiap malam kita selalu melihat bintang-bintang di langit dengan posisi yang sama. Ya memang sejak zaman nenek moyang bintang digunakan sebagai penunjuk arah / kompas alami, ada satu bintang yang selalu tetap dan dijadikan patokan arah utara, yaitu bintang Polaris. Kalau memang bumi berevolusi mengelilingi matahari, tentunya kita tidak dapat melihat bintang-bintang pada posisi yang sama tiap malam.
- Faktanya jika dilihat secara langsung (lihat matahari dengan kacamata hitam tebal), ukurannya sama dengan ukuran bulan penuh (purnama). Karena mereka (matahari dan bulan) adalah sepasang makhluk ciptaan Allah, yang satu sebagai penerang siang hari, yang satu penerang malam hari. Dan jarak antara matahari ke bumi dibandingkan jarak bulan ke bumi tidak sejauh dalam teori-teori bumi bulat. Dan anehnya permukaan bulan yang menghadap ke bumi selalu sama, perhatikan ketika bulan purnama, akan selalu terlihat tekstur (biasa disebut kawah).
Maka itu, rasanya tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa bumi itu datar. Meskipun mungkin ada yang akan mengernyitkan dahi (atau sekadar mengangguk sambil lalu) dan menganggap pendapat saya adalah gila dan sesat (karena bertentangan dengan teori yang diajarkan di sekolah-sekolah).
Artinya baik matahari maupun bulan adalah sama-sama beredar (bergerak) sesuai garis edar (orbit) nya. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa matahari itu tidak diam, dia bergerak mengitari bumi yang datar.
Sebetulnya baik teori bumi bulat maupun teori bumi datar adalah masih berada dalam ranah "teori". Tidak ada yang meng-klaim 100% akan kebenarannya masing-masing. Dan di luar sana masih banyak teori-teori lainnya perihal bentuk bumi. Apabila memang benar-benar manusia bisa menembus langit ke luar angkasa dan melihat secara langsung bentuk bumi dari jarak yang sangat jauh, bisa jadi akan terlihat bentuk bumi yang sebenarnya.
Namun yang perlu kita sikapi adalah bagaimana sebuah kebebasan beropini tentang ilmu pengetahuan, tidak boleh kita pandang sebelah mata, dan harus kita hormati sebagai satu khazanah dalam memperluas ilmu pengetahuan kita. Wallahua'lam bisshowwab.....